Mitra aca

Jumat, 11 Oktober 2013

Mengapa Perencanaan Keuangan Diperlukan?


Mengapa Perencanaan Keuangan Diperlukan?





Pernahkah Anda merenungkan apa yang akan anda lakukan di saat anda pensiun? Apakah anda dapat menikmati hidup di hari tua anda seperti anda hidup sekarang? Atau anda harus bekerja dua kali lipat dari apa yang anda lakukan sekarang? Semua itu tergantung apakah Anda pernah merencanakan keuangan untuk masa depan anda. Anda dapat hidup sama sejahtera dengan saat anda bekerja sekarang jika anda sudah melakukan perencanaan keuangan untuk masa depan anda.


Kapan memulai merencanakan keuangan?

Perencanaan keuangan tidak sulit, perencanaan keuangan itu mudah, sepanjang Anda mau meluangkan waktu untuk mempelajari dan melakukannya. Bermula dari kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan, manfaat yang akan Anda dapatkan, juga akan dijabarkan lebih jauh langkah-langkah dalam melakukan perencanaan keuangan, pelajari satu per satu sampai Anda cukup mengerti dan tidak perlu terburu-buru. Untuk menjadi Cerdas dalam Keuangan harus dimulai dari diri ANDA terlebih dahulu, bukan orang lain, bukan keluarga Anda. Mengapa demikian? Karena Anda yang bertanggung jawab atas diri Anda dan keluarga Anda. Hargailah diri Anda.
Peduli masa depan Anda, Keluarga Anda dan orang yang Anda cintai.
Sadari bahwa waktu terbaik untuk memulai adalah Sekarang, Hari Ini juga. Masa depan keuangan Anda ditentukan hari ini!

1.     Menerapkan Perencanaan Keuangan Sedini Mungkin - Siklus Kehidupan Manusia

Perencanaan keuangan pribadi dan keluarga berbeda dengan perencanaan keuangan perusahaan. Walaupun sama-sama ingin mencapai tujuannya, namun perencanaan keuangan pribadi perbedaannya terutama karena pendekatan yang dipakai adalah siklus kehidupan manusia Siklus kehidupan setiap manusia untuk tiap-tiap pribadi berbeda walaupun kelihatannya hampir sama. Terdapat unsur kepastian dan ketidakpastian yang sama:
       Yang pasti adalah semua makhluk hidup akan meninggal
       Yang tidak pasti adalah kapan meninggalnya dan bagaimana caranya
Berikut disampaikan siklus kehidupan manusia

 

       Masa Anak-anak.
Siklus kehidupan dimulai dengan kelahiran. Dimana sebelum seorang ank lahir, orang tua telah merencanakan banyak hal untuk ”sang bayi”. Biaya kelahiran, biaya sandang, pangan, biaya pendidikan beberapa tahun ke depan, biaya rekreasi dan sebagainya. Pada masa ini, anak-anak masih bergantung kepada orang tuanya. Dapat dibayangkan apa yang terjadi jika orang tua tidak mencukupi kebutuhan selama masa anak-anak ini, tentu akan membuat anak tersebut menderita. Periode ini periode yang penting diperhatikan khususnya untuk pasangan yang baru menikah ataupun yang telah memiliki anak, untuk mempersiapkan kebutuhan keuangan yang diperlukan bagi anak tercinta. Masa ini orang tua juga sudah dapat mengajarkan hal-hal keuangan kepada anak-anaknya secara sederhana, sehingga anak-anak menyadari pentingnya mengelola keuangan sejak dini.

       Masa Lajang.
Masa lajang merupakan masa, dimana seseorang sudah lebih dewasa dan mulai melepas ketergantungan kepada orang tua dalam bidang keuangan. Pada masa ini seseorang mulai perlu belajar mengenai perencanaan keuangan. (Masa ini penting dilakukan sosialisasi perencanaan keuangan). Kebutuhan pada masa ini seperti kebutuhan pendidikan, persiapan pernikahan dan membeli rumah. Selain tanggung jawab atas diri sendiri, pada masa ini juga tanggung jawab terhadap orang tua dimulai seperti memberikan sebagian penghasilan untuk menanggung orang tua, membantu menanggung anggota keluarga lain, misalnya adik Anda.

       Masa Awal Pernikahan
Pada masa ini, suatu kehidupan baru dimulai dan biasanya pendapatan masih kecil, namun pengeluaran untuk biaya rumah tangga mulai banyak terjadi. Biaya cicilan rumah atau kendaraan cukup besar, sehingga pengeluaran harus diatur dengan baik sehari-harinya. Kebutuhan untuk mempersiapkan kelahiran anak juga perlu mendapat perhatian pada masa ini. Sejak awal pernikahan perlu disepakati apakah pencari nafkah berdua atau hanya satu saja. Bagi keluarga yang pencari nafkah satu sudah perlu menyiapkan diri proteksi jika terjadi kehilangan pendapatan dari pencari nafkah.
Pada masa ini juga perlu dipikirkan menyisihkan pendapatan untuk masa tua (pensiun). Sebab apabila persiapan dilakukan sejak dini, maka bebannya akan terasa ringan dibandingkan apabila persiapan dilakukan mendekati masa pensiun. 

       Masa Orang Tua dengan Anak
Pada tahap ini, perlu disiapkan biaya terhadap kebutuhan anak, dari biaya persalinan, sandang, pangan sampai biaya rekreasi dan pendidikan anak. Pada masa ini juga perlu dibuat keputusan apakah sang Ibu perlu berhenti bekerja mengasuh anak, atau tetap bekerja dan mencari pengasuh untuk menjaga anak. Apabila sang Ibu berhenti bekerja, ketergantungan kepada suami meningkat sehingga perlindungan penggantian pendapatan semakin diperlukan.
Kebutuhan utama pada masa ini adalah persiapan pendidikan anak. Oarng tua akan dihadapkan dengan tantangan untuk menabung untuk keperluan pendidikan tersebut sambil dapat memepertahankan gaya hidup untuk pengeluaran sehari-hari yang pasti dalam keadaan tinggi.

       Masa Tua Awal
Pada masa ini perekonomiam keluarga diharapkan telah mencapai titik kemapanan. Dimana sebagian anak-anak telah menyelesaikan pendidikannya, cicilan rumah telah lunas atau hampir selesai dan sebagainya.
Kebutuhan keuangan tidak terhenti pada tahap ini, karena kebutuhan dana untuk kesehatan dan pensiun masih tinggi. Selain itu, dalam tahap ini kebutuhan dan keinginan investasi juga masih tinggi. Hal ini disebabkan telah tersedianya sejumlah tabungan yang dapat diinvestasikan untuk memberikan hasil yang lebih baik untuk keperluan pensiun, untuk menambah dana pendidikan anak, atau mungkin untuk kebutuhan persiapan warisan bagi anak. 

       Masa Awal Pensiun
Pada awal masa pensiun, biasanya anak-anak telah menyelesaikan studinya dan telah bekerja, sehingga mereka dapat dikatakan telah mandiri secara finansial. Hal yang perlu dipersiapkan adalah memaksimalkan investasi yang ada pada saat tersebut, sehingga untuk keperluan sehari-hari tersedia pada saat kita kurang/tidak produktif. Proteksi terhadap penyakit kritis maupun kematian juga merupakan hal yang sangat penting untuk dipersiapkan, sehingga pada masa ini, kita tidak perlu membebani anak-anak atau keluarga lainnya. 

       Masa Pensiun
Pentingnya perencanaan pensiun secara dini sangat penting, sehingga diharapkan pada saat memasuki masa ini telah tersedia pendapatan maupun modal yang memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup di hari tua. Apabila dipersiapkan dengan baik, diharapkan seseorang sudah mempunyai pendapatan dan aset yang mencukupi, serta pertumbuhannya dapat melampaui besarnya inflasi.

Jika hendak dipersingkat maka hasilnya adalah sebagai berikut:
       Early years – Akumulasi Kekayaan
      Hingga usia 45
      Membentuk keluarga
      Menabung untuk mencapai tujuan
      Perencanaan asuransi
      Pembelian rumah
      Melakukan level awal penetapan tujuan
      Perencanaan pajak dan warisan

       The Golden Years – Mendekati pensiun
      Ages 45 – 55
      Meningkatnya level pendapatan yang seringkali disertai dengan meningkatnya gaya hidup
      Memonitor tingkat tabungan pensiun
      Puncak karir

       Retirement Years
      Ages 55 and over
      Seharusnya menikmati hasil akumulasi dan perencanaan warisan

2.     Grafik Pendapatan dan Pengeluaran.

Berdasarkan siklus hidup manusia yang telah kita pelajari maka dapat ditarik kesimpulan mengenai usia manusia dalam kaitannya dengan pendapatan dan pengeluaran
       Dalam hal pendapatan, seseorang mulai mendapatkan penghasilan sekitar umur 20 tahun an. Saat usia meningkat menjadi 30 tahun, tingkat pendapatanpun meningkat dan diperkirakan terus meningkat mencapai klimaksnya dengan usia 55 tahun (usia pensiun)\

       Dalam hal pengeluaran, seseorang telah melakukan pengeluaran sejak kecil dan mulai bertanggung jawab atas pengeluarannya saat lajang. Ciri yang menonjol dari pengeluaran ini adalah tidak ada ”masa pensiun” untuk pengeluaran. Pengeluaran akan terus meningkat sepanjang usia Anda, bahkan setelah memasuki usia pensiun, pengeluaran kesehatan dan obat-obatanpun meningkat cukup tajam.

       Apa yang disimpulkan dari grafik ini: masa produktif pendapatan ada batasnya, sedangkan masa pengeluaran terus menerus terjadi sampai dengan seseorang meninggal dunia. Bagaimana akan membiayai kebutuhan masa tua, jika pendapatan sudah berkurang atau tidak ada lagi, sedangkan kebutuhan hidup meningkat? Oleh sebab itu sangat penting untuk mempersiapkan kebutuhan akan masa tua (dana pensiun), sejak dini saat usia masih produktif. Dalam hal ini berlaku pepatah, lebih cepat lebih baik.




3.     Jangan Tunda!Cost of Delay (harga yang harus dibayar karena terlambat menabung)
Untuk semakin memahami pentingnya perencanaan sejak dini, saya jabarkan contoh perhitungan sebagai berikut:

Bu Cerdas dan Bu Telat
Bu Cerdas dan Bu Telat adalah dua orang sahabat baik, mereka waktu kuliah satu angkatan dan satu umur. Namun dalam hal keuangan Bu Cerdas lebih bijaksana dari Bu Telat. Sudah 10 tahun berturut-turut sejak ia berusia 25 tahun, Bu Cerdas menabung secara rutin di Bank sebesar Rp 5 juta per tahun, sedangkan bu Telat, setelah terlambat 10 tahun, baru menyadari pentingnya menabung di usia 35 tahun. Agar mendapat lebih banyak, ia menabung dua kali besarnya jumlah uang yang disisihkan per tahunnya, yaitu sebesar Rp. 10 juta per tahun.

Asumsi bunga per tahun adalah 11%.
Jika Bu Cerdas dalam perhitungan ini menghentikan tabungannya saat ia berusia 36 tahun dan mengalihkan tabungannya ke investasi lain.
 Berapakah nilai uang mereka berdua pada saat mereka berusia 55 tahun?
Apakah Bu Telat akan memiliki uang yang lebih banyak walaupun Bu Cerdas tidak lagi menambah tabungannya setelah berusia 36 tahun?
Berapa jumlah yang dikumpulkan secara nominal dan berapa hasilnya setelah diperhitungkan hasil bunga berbunga?
Hasil Tabungan
11%


Usia
Bu Cerdas mulai 25 th
Bu Telat mulai 35 tahun
26
5,000,000
          5,550,000


27
 5,000,000
       11,710,500


28
        5,000,000
       18,548,655


29
        5,000,000
        26,139,007


30
        5,000,000
        34,564,298


31
        5,000,000
        43,916,371


32
        5,000,000
        54,297,171


33
        5,000,000
        65,819,860


34
        5,000,000
        78,610,045


35
        5,000,000
        92,807,150


36

      103,015,936
      10,000,000
          11,100,000
37

      114,347,689
      10,000,000
          23,421,000
38

      126,925,935
      10,000,000
          37,097,310
39

      140,887,788
      10,000,000
          52,278,014
40

      156,385,445
      10,000,000
          69,128,596
41

      173,587,843
      10,000,000
          87,832,741
42

      192,682,506
      10,000,000
        108,594,343
43

      213,877,582
      10,000,000
        131,639,720
44

      237,404,116
      10,000,000
        157,220,090
45

      263,518,569
      10,000,000
        185,614,300
46

      292,505,611
      10,000,000
        217,131,872
47

      324,681,228
      10,000,000
        252,116,378
48

      360,396,164
      10,000,000
        290,949,180
49

      400,039,742
      10,000,000
        334,053,590
50


      10,000,000
        381,899,485
51


      10,000,000
        435,008,428
52

      444,044,113
      10,000,000
        493,959,355
53

      492,888,966
      10,000,000
        559,394,884
54

      674,090,229
      10,000,000
        632,028,321
55

748,240,154
      10,000,000
        712,651,437
TOTAL
50,000,000
748,240,154
200,000,000
712,651,437
 
Bu Cerdas, secara nominal hanya mengumpulkan Rp. 50 juta, namun pada usia 55 tahun telah menjadi hampir Rp 750 juta!
Sedangkan Bu Telat, secara nominal mengumpulkan Rp 200 juta, yang pada usia 55 tahun menjadi Rp. 712 juta, dimana hasilnya lebih rendah dari Bu Cerdas.
Betapa mahalnya harga biaya penundaan!
Berikut disampaikan gambaran perbandingan biaya penundaan (cost of delay):
      Penundaan 5 tahun: kehilangan hasil 2x lipat
      Penundaan 10 tahun: kehilangan hasil 3x lipat
      Penundaan 20 tahun: kehilangan hasil 10x lipat

4.     Dimana Anda akan Berada?
Berdasarkan siklus kehidupan manusia yang disampaikan diatas, berikut disajikan piramida yang menggambarkan kondisi seseorang pada masa tuanya.
Pertanyaan sederhana yang diajukan adalah, dimana seseorang berada nantinya pada masa tuanya?
Jika pertanyaan ini diajukan kepada Anda, tentu Anda ingin berada di puncak pimamida, bukan? Yakni menjadi mandiri atau sejahtera di masa tua. Hal tersebut bukan tidak mungkin tercapai, jika sejak saat ini, Anda telah mempersiapkan diri sebaik-baiknya, Anda dapat mencapainya

5.     Buang Pikiran Negatif, Segera Bertindak! Ambil Tanggung Jawab!




Setelah mengetahui hal-hal diatas, maka bagian kita untuk membuang hal-hal negative, seperti:
       “Gaji saya terlalu kecil untuk ditabung…..”
       “Nantilah kalau sudah agak lumayan untuk ditabung, saya pasti akan menabung”
       “Mana bisa nabung, saat ini saja sudah kurang ….??”
       “Mana bisa saya punya uang memadai, itu khan hanya untuk keluarga  orang sukses dan kaya”.
       Saya punya hutang cukup banyak, bagaimana mungkin bisa berhasil?
       Buat apa memikirkan masa tua?

Segera ambil tindakan untuk memulai perencanaan keuangan, memulai menabung dan mengambil langkah-langkah menuju masa depan yang lebih baik. Tanggung jawab itu ada pada diri kita sendiri, tanggung jawab itu ada pada Anda.

6.     Manfaat Perencanaan Keuangan Lebih Luas
Saya mendapati bahwa dengan mempelajari dan mempraktekkan perencanaan keuangan – kita akan semakin Cerdas Keuangan.
Manfaat tersebut tidak berhenti sampai disana, namun lebih jauh lagi akan membuat Anda:

       Mencapai tujuan keuangan.
       Membuat lebih mawas diri, pentingnya persiapan masa depan
       Membuat lebih disiplin
       Membuat lebih bijak dan cerdas
       Memiliki wawasan yang lebih luas
       Pengembangan diri
       Menjadi lebih sehat
       Membuat hidup lebih bahagia



Tidak ada komentar:

Posting Komentar