Mitra aca

Selasa, 29 Oktober 2013

Tips Menyimpan Dana Dan Berinvestasi Di Bank


Tips Menyimpan Dana Dan Berinvestasi Di Bank

Selasa, 29 oktober 2013 komentar
Bank adalah suatu lembaga yang diberikan izin dan otoritas perbankan untuk menerima simpanan, memberikan kredit, dan menerima serta menerbitkan cek.

Bank–bank secara bersama mengajak masyarakat untuk menumbuhkan budaya menabung dan agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dalam waktu yang
relatif singkat, maka bank-bank membuat produk-produk untuk di tawarkan kepada masyarakat.




Bank Perlu Di Regulasi

Regulasi yang ketat dalam industry perbankan, sangat dibutuhkan mengingat adanya risiko yang melekat (inherent risk) pada sistem perbankan. Sebab bank menawarkan sebuah produk yang di gunakan oleh setiap nasabah, baik komersil maupun perorangan, yaitu uang. Oleh karena itu kegagalan dari sebuah bank (baik kegagalan sebagian maupun keseluruhan) dapat menimbulkan dampak pada perekonomian secara menyeluruh dan di sebut dengan risiko sistemik.

Risiko sistemik adalah risiko dimana kegagalan sebuah bank dapat menimbulkan dampak yang menghancurkan perekonomian secara besar-besaran dan bukan hanya berupa dampak kerugian yang secara langsung dihadapi oleh pegawai, nasabah dan pemegang saham.

Risiko Yang Melekat (Inherent Risk)

Adalah risiko yang melekat pada kegiatan bisnis bank, baik yang dapat dikuantifikasikan maupun tidak dapat dikuantifikasikan, yang berpotensi mempengaruhi posisi keuangan bank. Inherent Risk dapat berupa parameter yang bersifat ex-post (telah terjadi) maupun parameter yang bersifat ex-ante (belum terjadi).

Produk-produk perbankan yang di tawarkan adalah berupa simpanan dan Investasi,  kredit dan pembiayaan dan  jasa perbankan lainnya, termasuk perbankan Syariah.

Produk-produk tersebut selain menjanjikan keuntungan juga mengandung risiko yang melekat. Oleh karena itu perlu memahami karakteristik produk sebelum memanfaatkannya.

Perlu diketahui bahwa tidak semua produk yang di tawarkan bank adalah murni produk bank.  Produk bank adalah deposito, tabungan, giro, kredit dan pembiayaan Syariah, sedangkan produk Bancassurance dan reksadana  adalah produk asuransi dan investasi yang dikeluarkan lembaga keuangan lain yang di pasarkan melalui bank sebagai agent penjualan (selling agent). Sebagai agent penjualan (selling agent), Bank dilarang menanggung atau turut menanggung Risiko yang timbul dari produk asuransi dan investasi yang ditawarkan. Segala Risiko dari produk tersebut menjadi tanggungan lembaga keuangan  mitra Bank.   Peran bank hanya sebagai channeling agent antara nasabah dengan perusahaan investasi pengelola Reksa dana dan Bancassurance.

Risiko yang melekat pada produk deposito, tabungan, giro, kredit dan pembiayaan Syariah adalah bank tidak dapat memenuhi kewajibannya atau dengan kata lain tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar deposan yang ingin menarik dana (likuiditas), sedangkan risiko yang melekat pada produk lainnya seperti Reksadana adalah risiko berkurangnya nilai Unit Penyertaan, risiko Likuiditas efek dalam portfolio, risiko emiten penerbit efek dan risiko pertanggungan atas kekayaan Reksadana


Risiko eksternal adalah risiko yang terkait dengan kejadian yang berada diluar kendali bank secara langsung. Kejadian risiko eksternal umumnya adalah kejadian low frequency/high impact dan sebagai konsukuensinya dapat menyebabkan kerugian yang tidak dapat diperkirakan.

Selain risiko yang melekat, setiap produk juga memiliki risiko eksternal yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan moneter dalam dan luar negeri, kondisi pasar uang, karakteristik deposan, peraturan maupun kondisi psikologis masyarakat.

Risiko eksternal dapat berasal dari :
•    Pergerakan indeks harga saham
•    Pergerakan nilai tukar mata uang
•    Pergerakan tingkat suku bunga
•    Krisis keuangan di negara lain
•    Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kondisi keuangan
•    Tingkat kepercayaan masyarakat terhadat stabilitas politik
•    Rumor yang berkembang
•    Persaingan antara Lembaga Keuangan


Mitigasi Risiko

Pemerintah mempunyai cara untuk mitigasi risiko terhadap produk yang di tawarkan bank melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Salah satu syarat penjaminan LPS adalah suku bunga yang diberlakukan sesuai ketentuan yang di tetapkan LPS.

Mitigasi untuk produk Bancassurance dan Reksadana adalah nasabah perlu  membaca dan memahami dengan teliti risiko produk tersebut serta mempertimbangkan apakah besarnya risiko tersebut sesuai dengan yang diperkirakan.

Sebelum memutuskan untuk mengambil produk–produk tersebut , sebaiknya meminta pihak bank untuk menjelaskan syarat dan ketentuan yang berlaku mengenai produk tersebut.

Tips Menyimpan Dana Dan Ber-Investasi

1. Konsultasikan dulu dengan Financial Planner (Perencana Keuangan)

2. Kenali dengan baik Lembaga Keuangan tempat Anda menyimpan atau menginvestasikan uang Anda

3. Tetapkan kebutuhan investasi berdasarkan jangka waktu dan tetapkan untuk apa investasi itu Anda lakukan. Sebagai contoh, Anda ingin menabung (melakukan investasi) untuk persiapan masa pensiun Anda yang masih 20 tahun lagi. Dari sana dapat diketahui bahwa Anda akan menabung selama 20 tahun

4. Kenali profil risiko dan pahami setiap risiko yang melekat pada produk keuangan karena setiap simpanan dan investasi mengadung risiko

5. Sesuaikan jenis simpanan dan investasi dengan tingkat risiko yang akan diterima
Bersikap rasional dalam menghadapi penawaran investasi yang memberikan imbal hasil tinggi dalam waktu singkat, karena pada umumnya memiliki risiko yang tinggi juga. (vibizmanagement)

Selasa, 22 Oktober 2013

Kiat Suami Isteri Mengelola Keuangan

Urusan uang tak hanya sensitif bagi suami dan istri, tapi juga rumit. Bagaimana menghindarkan terjadinya konflik berkepanjangan akibat urusan yang satu ini?

Masalah sensitif. Masalah uang merupakan masalah paling sensitif dan salah satu cikal bakal pertengkaran klasik. Menurut William Betcher, M.D, yang bersama Robie Macauley menulis buku The Seven Basic Quarrels of Marriage,. para terapis pun enggan menyinggung masalah ini dalam sesi konsultasi dengan para klien.

Bahkan di tahun 1913, Sigmund Freud , si dedengkot psikiater, pernah menuliskan bahwa pembicaraan mengenai uang sama tabunya dengan pembicaraan mengenai seks. Karenanya, tidak heran, jika sebagian istri enggan membicarakan masalah ini secara terbuka dengan suaminya.

Padahal, Betcher memperkirakan bahwa sebanyak seperempat hingga sepertiga masalah dalam kehidupan rumah tangga bersumber dari masalah keuangan.

Selesaikan bersama. Namun, tentu saja, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Bhkan juga masalah uang ini., Berikut beberapa cara yang dapat dicoba untuk mencegah masalah uang agar tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan antara suami dan istri.
  • Mencoba saling terbuka. Cobalah untuk terbuka dalam membicarakan keuangan dengan pasangan. Bicarakan bersama apa yang menjadi kecemasan masing-masing sehubungan dengan uang. Cobalah untuk tidak membuat penilaian sepihak sebelumnya, dan dengarkanlah apa yang diutarakan pasangan dengan seksama.
  • Menghargai privacy masing-masing. Walaupun pembicaraan mengenai uang sebaiknya dilakukan secara terbuka, namun cobalah untuk tetap menghargai kebutuhan pasangan akan privacy . Hargai keinginan pasangan untuk menyimpan sejumlah uang untuk kebutuhan pribadi dan hobi, misalnya. Berilah kesempatan pada suami Anda untuk sesekali membeli Compact Disc atau cerutu favoritnya setiap bulan, asalkan jumlahnya ditentukan bersama tentunya. Anda juga tentunya masih ingin meneruskan arisan di mall terheboh di kota Anda beserta teman-teman bukan? Jangan ragu-ragu menyampaikan keinginan ini pada suami Anda..
  • Menentukan tujuan bersama. Yang tidak kalah penting dalam percakapan mengenai uang adalah apa prioritas utama yang akan dicapai dalam keluarga. Misalnya, jika keluarga memprioritaskan pendidikan anak, maka mulailah memperkirakan berapa jumlah uang yang dibutuhkan untuk biaya pendidikan sekian tahun ke depan, serta berapa uang yang harus mulai disisihkan sejak saat ini. Pemahaman ini memperjelas serta mempermudah pengaturan keuangan keluarga.
  • Temukan arti uang bagi pasangan. Cobalah memahami pasangan dengan menemukan arti uang baginya. Uang dapat menjadi simbol kebutuhan dan harapan yang sering tak terungkap, namun potensial menimbulkan konflik. Psikiater Amerika, Ann Ruth Turkel, mengatakan bahwa untuk dapat memahami nilai uang bagi seseorang dapat dilihat dari latar belakang kehidupannya.
  • Merasakan apa yang dirasakan pasangan. Terkadang perlu juga sekali waktu pasangan bertukar peran. Misalnya, jika Anda yang biasa belanja kebutuhan rumah tangga, sekali-sekali biarkan pasangan Anda yang berbelanja. Siapa tahu ia benar-benar tidak tahu harga sekotak popok bayi sekali pakai, atau harga sekaleng susu, misalnya. Dengan cara ini ia makin memahami bahwa harga-harga barang kebutuhan pokok semakin hari semakin tinggi, selain repotnya cari parkir di luar pasar swalayan atau hypermarket. .
  • Adil dalam berbagi. Bila Anda dan pasangan sama-sama bekerja, buatlah pembagian pembayaran kebutuhan rumah tangga secara adil. Misalnya, Anda membayar uang sekolah anak, gaji pembantu serta membayar tagihan telepon. Sedangkan pasangan Anda membayar cicilan rumah, belanja bulanan dan rekening listrik.
  • Menanyakan pada ahli. Sekarang banyak sekali ahli keuangan yang menyediakan jasa untuk membantu mengatur keuangan dalam keluarga. Seorang ahli tentu akan melihat masalah keuangan di dalam keluarga dengan cara yang lebih objektif. Jika merasa perlu, mengapa tidak menggunakan jasa mereka jika masalah keuangan dalam keluarga serasa semakin rumit? Tentu saja Anda harus mengusahakan untuk mencari seorang ahli keuangan keluarga yang baik dan dapat dipercaya.

Mau Asuransi yang menguntungkan MITRA ACA solusinya
Workshop SIMPRO
 

 
Klik Our Website :